|
Catatan: Bila anda memiliki masalah teknis, lihat solusi untuk masalah-masalah umum, atau reportlaporkan kesulitan anda. Untuk pertanyaan lebih lanjut atau keprihatinan, email implicit@wjh.harvard.edu.
- Apakah hasil yang saya dapatkan bisa disebabkan oleh urutan ketika saya mengerjakan kedua bagian tes tersebut? Saya diminta untuk mengkelompokkan satu kategori dengan kata-kata yang berkonotasi baik (pleasant words). Setelah itu, saya merasa sulit ketika saya harus mengkelompokkan kategori yang satunya lagi dengan kata-kata yang berkonotasi baik.
Jawaban: Urutan dari bagaimana tes-tes ini diberikan memang menghasilkan perbedaan dalam hasil keseluruhan yang didapat untuk beberapa tes. Namun demikian, perbedaan ini sangat kecil dan perubahan yang baru-baru ini dilakukan terhadap tes tersebut telah mengurangi pengaruh dari urutan dengan drastis. Karena adanya efek urutan (order effect), urutan yang digunakan untuk IAT dalam website ini diberikan secara acak. Untuk setiap data yang kami presentasikan, kami berhati-hati untuk memastikan agar setengah dari responden mendapatkan urutan A lalu B dan setengah lainnya mendapatkan urutan B lalu A. Dengan desain tes yang telah direvisi, urutan hanya memiliki efek yang minimum terhadap performa tes. Bila anda ingin melihat apakah urutan dari administrasi tes ini menyebabkan perbedaan bagi anda, anda dapat mengambil tes itu kembali, dan mengerjakan tes tersebut ketika anda diberikan urutan yang berbeda. Bila anda mengerjakan tes tersebut dua kali dan mendapatkan hasil yang berbeda, estimasi terbaik untuk hasil anda adalah di tengah-tengah kedua hasil tersebut. Untuk informasi lebih lanjut mengenai efek dari urutan (order effect), lihatlah paper ini (Nosek, Greenwald, & Banaji, in press).
- Bagaimanakah IAT mengukur sikap implisit (implicit attitudes)?
Jawaban: IAT meminta anda untuk memasangkan dua konsep (contoh: muda dan baik, atau tua dan baik. Semakin dekat asosiasi dari kedua konsep ini, semakin mudah untuk meresponi kedua hal ini sebagai suatu kesatuan. Jadi, bila muda dan baik terasosiasikan dengan kuat, maka akan lebih mudah bagi anda untuk memberikan respon dengan lebih cepat ketika anda diminta untuk merespon dengan cara yang sama (misalnya dengan kunci 'E' atau 'I') terhadap kedua hal ini. Hal ini memberikan sebuah ukuran mengenai seberapa kuat kedua konsep ini terasosiasi. Semakin kuat asosiasinya, semakin cepat anda akan merespon. IAT adalah sebuah cara untuk mengukur sikap implisit atau otomatis, dan ditampilkan pada website ini. Ada cara-cara lain dengan prosedur yang berbeda, yang telah diteliti dalam penelitian laboratorium.
- Apa artinya bila saya mendapatkan sebuah hasil tes yang saya yakin tidak mendeskripsikan diri saya, atau bila saya mengambil tesnya dua kali dan saya mendapatkan hasil yang berbeda setiap kalinya?
Jawaban: Tes-tes ini tidak memiliki tingkat akurasi yang sempurna. Umumnya, hasil yang didapat akan berubah paling tidak sedikit dari satu waktu ke waktu lainnya. Anda mungkin mengalami hal ini ketika anda mengambil ulang tes-tes yang ada. Kami mendorong anda untuk mengulang tes yang hasilnya berbeda. Bila hasil tersebut terulang kembali, maka hasil itu dapat lebih dipercaya dari hasil yang pertama kali didapat. Bila hasilnya tetap berbeda, maka jalan yang terbaik adalah untuk mengambil nilai rata-rata dari hasil-hasil tersebut. Walau demikian, ketika hasil yang didapat jauh berbeda dari kali pertama ke kali berikutnya (suatu hal yang jarang terjadi), kami merekomendasikan agar anda menganggap bahwa hasilnya 'tidak dapat disimpulkan'. Selain dari variasi normal dalam reliabilitas dari alat tes ini, IAT juga dikenal dapat berubah, berdasarkan perbedaan dalam setting sosial dan pengalaman yang baru terjadi. Faktor-faktor ini akan memperngaruhi konsistensi dari pengukuran pada waktu yang berbeda-beda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai reliabilitas, lihatlah Nosek, Greenwald, & Banaji, in press. Untuk informasi mengenai maleabilitas dari sikap implisit dan stereotipe, lihatlah Blair, 2001.
- Tanda X berwarna merah memaksa saya untuk memberikan respon yang saya anggap kurang sesuai. Apakah ini berarti tes ini tidak baik bagi saya?
Jawaban: Halaman instruksi untuk setiap IAT mendaftarkan kata, nama, dan/atau tipe dari gambar-gambar yang akan muncul di dalam tes. Halaman ini juga mengindikasikan kategori tertentu untuk setiap kata-kata tersebut (Misalnya, halaman ini mungkin akan menuliskan "kata-kata yang berkonotasi baik: indah, bahagia, gembira, senyum.") Namun demikian, kadang sulit untuk melihat gambar dengan jelas atau mengingat kata atau nama mana yang masuk dalam kategori tertentu setelah tes tersebut dimulai. Dalam versi laboratorium, kami memastikan bahwa setiap orang mengerti kategori yang digunakan di dalam test, dan kata, wajah, atau nama yang mendefinisikan setiap kategori. Untuk versi web, tes-tes ini memilih aitem-aitem yang disetujui oleh banyak orang bahwa aitem-aitem tersebut dapat dikategorikan ke dalam kelompok tertentu, dan harusnya dapat digunakan untuk banyak orang. Bila kategori yang engkau kira harusnya merepresentasikan kata-kata, nama, dan wajah-wajah dari IAT ini dianggap salah (red X) oleh applet selama lebih dari beberapa aitem, maka tes tersebut tidak akan dapat mengukur respon anda dnegan akurat. Meskipun demikian, kami tetap berharap agar semoga anda tetap mendapatkan sesuatu yang berguna melalui pengalaman ini.
- Dimana saya dapat menemukan diskusi teknis mengenai implicit social cognition dan IAT?
Jawaban: Paper dari laboratorium dari para peneliti utama dapat diunduh dari http://projectimplicit.net/ dan dari halaman personal dari para peneliti. Untuk permulaan, sebuah overview dari topik 'implicit social cognition' bisa didapatkan dalam artikel oleh Greenwald & Banaji dalam Psychological Review, (1995), dan dalam paper kedua yang juga muncul di dalam Psychological Review (2002). Publikasi pertama mengenai IAT ada di dalam artkel oleh Greenwald, McGhee, & Schwartz dalam Journal of Personality and Social Psychology, (1998). Sebuah paper yang lebih baru oleh Nosek, Greenwald, & Banaji (in press) merangkum apa yang diketahui mengenai reliabilitas dan validitas dari IAT. Website dari Anthony Greenwald juga memiliki informasi mengenai validitas dari IAT ( http://faculty.washington.edu/agg/iat_validity.htm). Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai bagaimana cara untuk membuat sebuah IAT dan kritik dari IAT, lihatlah Lane et al. (in press).
- Orang-orang yang berusia muda memiliki preferensi otomatis untuk Orang Muda. Apakah orang yang berusia lebih tua memiliki preferensi otomatis untuk Orang Tua?
Jawaban: Hasil yang ditemukan adalah orang yang berusia lebih tua, secara rata-rata, tidak menunjukkan preferensi otomatis untuk kelompok mereka sendiri. Menariknya, preferensi untuk Usia Muda juga sama kuatnya di antara mereka yang berusia lebih dari 60 tahun, dan mereka yang berusia 20an. Apa yang menyebabkan hal ini? Mungkin hal ini disebabkan karena orang-orang yang berusia tua dianggap oleh para ilmuwan sosial sebagai kelompok yang memiliki stigma. Selain itu, konsep tua diasosiasikan dengan konsep-konsep lain yang memiliki tendensi untuk dilihat sebagai hal yang negatif, seperti penurunan performa fisik dan mental. Hal ini berarti setiap orang, baik muda maupun tua, akan cenderung untuk menemui suatu pola pengalaman yang menyebabkan asosiasi otomatis yang negatif terhadap 'Usia Tua'. Terakhir, kebanyakan orang tidak menganggap diri mereka sendiri sebagai tua, dan konsep dari usia tua sepertinya bergeser dengan usia mereka sendiri! Hal ini mungkin adalah sikap yang sehat, ketika menganggap diri sendiri sebagai muda mencegah kita untuk lebih menyukai kelompok lain, dimana kita bukan menjadi bagian dari kelompok tersebut. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Mellott et al., 1999.
- Mengapa wajah-wajah digunakan untuk merepresentasikan kelompok Kulit Putih dan Kulit Hitam?
Jawaban: Banyak eksperimen yang kami lakukan telah menggunakan nama yang khas untuk orang kulit hitam dan orang kulit putih di Amerika untuk merepresentasikan kelompok-kelompok tersebut, dan bukan menggunakan wajah-wajah. Seperti misalnya, Tyrone, Malik, dan Jamel untuk merepresentasikan orang kulit hitam di Amerika, dan nama-nama seperti Scott, Ryan dan Geoff untuk merepresentasikan orang kulit putih di Amerika. Kesulitan dari menggunakan nama dalam tes mengenai ras adalah nama tidak secara akurat merepresentasikan kedua kelompok tersebut, terutama untuk orang kulit hitam Amerika, dimana banyak dari mereka memiliki nama tradisional Anglo-Saxon. Dapat juga dikatakan, bahwa nama-nama yang unik bagi orang kulit hitam di Amerika sebenarnya menangkap sub-kelompok tertentu dari orang Amerika berkulit hitam, dengan stereotipe tertentu yang diasosiasikan dengan sub-kelompok tersebut. Untuk menghindari interpretasi-interpretasi demikian mengenai tes ini, kami menggunakan wajah untuk merepresentasikan kedua kelompok tersebut.
Dalam penelitian yang dilakukan dalam laboratorium, dimana subjek yang sama diminta untuk mengerjakan kedua versi dari IAT Kulit Hitam - Kulit Putih -- satu yang menggunakan wajah-wajah yang tidak dikenali (Kulit Hitam dan Kulit Putih), dan satu lagi menggunakan nama yang khas -- kami menemukan bahwa hasil dari kedua tes ini cukup mirip. Tentu saja, banyak hal yang dapat digunakan untuk merepresentasikan sebuah kelompok (berdasarkan nama, ciri-ciri fisik, bahasa, adat budaya, dsb.). Wajah-wajah adalah sebuah pilihan yang jelas karena mudah untuk dinilai, dan tidak memerlukan pengetahuan dari sebuah bahasa untuk membuat keputusan.
- Apakah preferensi untuk Orang Kulit Putih dibandingkan Orang Kulit Hitam di dalam IAT sikap terhadap Kulit Hitam - Kulit Putih hanyalah sebuah bentuk sederhana dari 'ingroup preference'?
Jawaban: Untuk responden berkulit putih, preferensi otomatis untuk Kulit Putih mungkin kadang adalah sebuah bentuk dari ingroup preference. Tetapi prefrensi otomatis untuk Kulit Putih juga ditemukan dengan kekuatan yang sama dalam kelompok etnis Asia di Amerika, yang bukan bagian dari kelompok kulit hitam maupun kulit putih. Dari sisi ini, IAT mungkin merefleksikan sebuah sikap yang dipelajari dalam sebuah kultur yang tidak terlalu menghormati orang-orang Amerika yang berkulit hitam. Lebih dari itu, ketika hasil IAT merepresentasikan sebuah ingroup preference secara eksklusif, orang Amerika yang berkulit hitam akan menunjukkan preferensi otomatis ini dengan tingkat yang sama. Kami tahu bahwa nyatanya tidak demikian. 50% dari orang Amerika berkulit hitam menunjukkan preferensi otomatis untuk Kulit Hitam, tetapi setengah sisanya menunjukkan preferensi otomatis untuk Kulit Putih. Kami menyimpulkan dari data ini bahwa preferensi dalam IAT adalah suatu kombinasi dari preferensi otomatis untuk kelompok dari diri sendiri, yang kemudian dimoderasi dengan apa yang dipelajari oleh seseorang sebagai apa yang dianggap baik dalam kultur yang lebih luas.
- Apakah partisipan yang berkulit hitam menunjukkan preferensi untuk Kulit Hitam dibandingkan Kulit Putih dalam IAT sikap ras?
Jawaban: Meskipun kebanyakan dari responden berkulit putih menunjukkan preferensi untuk Kulit Putih dibandingkan dengan Kulit Hitam, respon dari responden berkulit hitam lebih bervariasi. Meskipun beberapa partisipan berkulit hitam menunjukkan bahwa mereka memiliki preferensi untuk Kulit Putih dibandingkan dengan Kulit Hitam, partisipan yang lain tidak menunjukkan adanya preferensi, dan partisipan lainnya lagi menunjukkan preferensi untuk Kulit Hitam dibandingkan Kulit Putih. Data yang didapatkan dari website ini secara konsisten menunjukkan kurang lebih responden berkulit hitam yang menunjukkan bias bagi orang berkulit putih, dan responden berkulit hitam yang menunjukkan bias bagi orang berkulit hitam kurang lebih sama banyaknya. Sebagian dari hal ini dapat dimengerti sebagai responden berkulit hitam mengalami asosiasi negatif yang sama mengenai kelompok mereka berdasarkan pengalaman dalam lingkungan kultur mereka, dan juga mengalami asosiasi positif mengenai kelompok mereka berdasarkan rasa bahwa mereka merupakan bagian dari kelompok tersebut (group membership), dan relasi yang dekat. Untuk informasi lebih, lihat Nosek, Banaji, & Greenwald, 2002.
- Apakah anak kecil menunjukkan preferensi otomatis terhadap Kulit Putih dibandingkan dengan Kulit Hitam
Jawaban: Gagasan bahwa anak-anak dilahirkan tanpa preferensi terhadap suatu kelompok dan memperoleh hal ini karena mereka berada di dalam sebuah kultur yang prejudice adalah suatu gagasan yang naif. Frances Aboud menunjukkan bahwa anak-anak secara eksplisit menunjukkan sikap yang negatif terhadap mereka yang bukan merupakan bagian dari kelompok yang sama (outgroups). Kami menunjukkan bahwa anak berusia 6 tahun, 10 tahun, dan orang dewasa yang berkulit putih menunjukkan level preferensi otomatis yang sama untuk orang-orang yang merupakan anggota dari kelompok mereka sendiri (ingroup). Yang berubah seiring waktu adalah penurunan dari pengekspresian preferensi ini secara eksplisit, dimana anak berusia 6 tahun melaporkan ingroup preference yang paling kuat, anak berusia 10 tahun preferensi yang sedang, dan orang dewasa melaporkan ingroup preference yang paling lemah. Lihat Baron & Banaji, 2006; Dunham, Baron, & Banaji, in press.
- Apakah yang dimaksud ketika skor IAT saya diberi label 'lemah', 'moderat', atau 'kuat'?
Jawaban: Anggaplah anda merespon dengan lebih cepat ketika gambar-gambar bunga dan kata-kata yang menyenangkan (pleasant words) dipasangkan pada kunci yang sama, daripada ketika gambar-gambar serangga dan kata-kata yang menyenangkan dipasangkan pada kunci yang sama. Skor anda akan dideskripsikan sebagai sebuah preferensi otomatis untuk bunga. (Secara umum, sebuah hasil menunjukkan asosiasi antara konsep-konsep yang ketika dipasangkan, mendapat respon yang lebih cepat.) Label 'lemah', 'moderat' dan 'kuat' menunjukkan kekuatan dari asosiasi (seberapa kuat anda mengasosiasikan gambar-gambar bunga dengan kata-kata yang menyenangkan). Untuk IAT manapunyang anda ambil, bila ada perbedaan dalam kecepatan merespon untuk beberapa pasangan yang begitu besar higga anda dapat dengan jelas menyadarinya, maka kemungkinan hal ini akan diberi label sebagai efek yang 'kuat'. Label 'moderat' juga menunjukkan perbedaan yang cukup besar hingga anda mungkin akan dapat menyadarinya. Sebuah efek yang 'lemah' adalah efek yang terlihat dalam analisa statistik, tetapi mungkin anda tidak menyadarinya.
- Masukan yang saya dapatkan adalah 'terdapat terlalu banyak kesalahan untuk menentukan hasil.' Apakah hal ini berarti saya tidak memiliki preferensi otomatis atau suatu asosiasi?
Jawaban: Tes ini memerlukan sejumlah respon yang tepat untuk memberikan hasil yang dapat diinterpretasi. Bila masukan yang anda dapatkan adalah 'terdapat terlalu banyak kesalahan untuk menentukan sebuah hasil,' maka data yang dihasilkan dari tes anda adalah data yang tidak dapat diinterpretasikan dengan pasti, sehubung dengan asosiasi otomatis. Ini berbeda dengan hasil yang menunjukkan tidak ada asosiasi atau asosiasi lemah, yang akan dilaporkan kepada anda sebagai 'hampir tidak ada atau bahkan tidak ada preferensi/ sikap otomatis.'
- Kapankah sikap implisit (implicit attitude) bisa sejalan dengan sikap eksplisit (explicit attitudes)?
Jawaban: Ada dua alasan mengapa sikap yang direct (eksplisit) dan indirect (implicit) bisa berbeda. Penjelasan yang lebih sederhana adalah ketika seseorang mungkin tidak mau melaporkan sebuah sikap. Misalnya, bila seorang profesor bertanya kepada muridnya, "Apakah engkau menyukai sinetron?" Murid yang memiliki kesadaran penuh bahwa ia menghabiskan dua jam setiap harinya menonton sinetron akan tetap menjawab "tidak" karena merasa malu untuk mengungkapkan perasaan ini (tidak mau). Penjelasan kedua mengenai perbedaan eksplisit-implisit adalah ketika seseorang tidak dapat melaporkan sebuah sikap dengan akurat. Misalnya, bila ditanya "Apakah engkau menyukai orang Turki?" banyak dari orang Jerman akan menyawab "ya" karena mereka menganggap diri mereka sebagai orang yang tidak memiliki prejudice. Meskipun demikian, sebuah IAT mungkin akan menunjukkan bahwa orang-orang Jerman ini memiliki asosiasi negatif yang otomatis terhadap orang-orang Turki. (Hasil IAT ini telah didemonstrasikan dengan cukup jelas di Jerman.) Orang-orang Jerman yang memberikan respon seperti demikian tidak menyadari sikap negatif mereka yang sifatnya implisit, dan karenanya tidak dapat melaporkannya secara eksplisit. Perbedaan dari tidak mau atau tidak bisa mirip dengan perbedaan ketika anda menyembunyikan sesuatu dari orang lain, dan ketika ada hal yang disembunyikan dari anda. Untuk informasi mengenai relasi dari sikap implisit dan sikap eksplisit lihat Nosek, 2005.
- Apakah yang dapat saya lakukan mengenai sebuah preferensi otomatis yang sebenarnya tidak ingin saya miliki?
Jawaban: Pertama, simpanlah dalam pikiran anda bahwa tes IAT web tidak memiliki tingkat akurasi yang sempurna. Anda mungkin mau mengulang tes tersebut sebelum mengambil sebuah kesimpulan, bahkan yang bersifat sementara sekalipun. Pada sisi yang lain, sangat mungkin bahwa anda memiliki sebuah preferensi otomatis yang sebenarnya tidak ingin anda miliki (peneliti-peneliti yang mengembangkan tes ini masuk ke dalam kategori ini). Satu solusinya adalah untuk mencari pengalaman yang dapat menghilangkan atau memutar-balikkan pola pengalaman yang telah membentuk preferensi yang tidak diinginkan ini. Mungkin caranya dapat berupa membaca dan melihat materi yang bertentangan dengan preferensi implisit anda. Bisa juga dengan cara berinteraksi dengan orang-orang yang dapat memberikan pengalaman yang bertolak belakang dari preferensi anda. Sebuah alternatif yang lebih praktis mungkin adalah untuk tetap awas akan adanya sebuah preferensi yang tidak diinginkan, dan menyadari bahwa hal tersebut dapat mengganggu keputusan dan perbuatan anda. Selebihnya, anda mungkin dapat memutuskan untuk memulai perbuatan yang direncanakan secara sadar, yang kemudian dapat mengkompensasi preferensi dan kepercayaan tidak sadar yang anda ketahui. Ini mungkin melibatkan perbuatan yang tidak biasanya anda lakukan, seperti misalnya, senyum kepada orang lanjut usia bila anda tahu anda memiliki preferensi implisit untuk orang muda. Mengidentifikasikan mekanisme yang efektif untuk mengendalikan dan merubah preferensi otomatis yang tidak diinginkan adalah sebuah pertanyaan dalam penelitian psikologi. Kabar baiknya adalah preferensi otomatis, walaupun otomatis, dapat diubah. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perubahan, lihatlah Blair, 2001.
- Apakah sebuah hasil yang menandakan preferensi untuk suatu kelompok dibandingkan dengan kelompok lain dapat disebabkan oleh perbedaan dalam keakraban/ familiariy dengan kelompok-kelompok tersebut?
Jawaban: Kemungkinan bahwa keakraban/ familiarity dengan sebuah kategori (misalnya, bunga) dibandingkan kategori lain (misalnya, serangga) dapat mempengaruhi performa yang telah diuji di dalam riset. Sepertinya keakrabaan/ familiarity dengan aitem-aitem secara terpisah dalam sebuah kategori tidak memiliki dampak yang terlalu besar terhadap efek IAT. Selain itu, wajah-wajah yang digunakan dalam versi web dari IAT sikap ras dan sikap usia harusnya sama-sama tidak dikenali/ unfamiliar, karena mereka adalah morph yang dibuat oleh komputer. Tidak ada satu wajahpun yang merupakan wajah asli seseorang. Untuk informasi lebih mendalam, lihat Ottaway et al., 2000, Dasgupta et al., 1999, and Rudman et al., 1999. Pada saat yang bersamaan, ada hubungan yang penting dari keakraban/ familiarity dan kesukaan (liking) yang dapat ditelusuri kepada penelitian-penelitian klasik dalam psikologi. Jadi, mungkin ada peranan dari keakraban/ familiarity -- orang-orang cenderung untuk menyukai hal-hal dengan mana mereka akrab/ familiar, dibandingkan dengan hal-hal yang dengan mana mereka tidak akrab/ tidak familiar. Apa yang akan muncul sebagai prejudice implisit mungkin memiliki basis di dalam ketidak-familiaran/ ketidak-akraban. Pastinya, inilah sebab yang kami pikir dapat menjelaskan kenapa anak-anak kecil memiliki preferensi untuk kelompok mereka sendiri -- preferensi untuk sebuah kelompok yang familiar dan dikenal. Lihat See Baron & Banaji, 2006.
- Bila IAT Kulit Putih - Kulit Hitam saya menunjukkan suatu preferensi otomatis terhadap Kulit Putih, apakah hal itu kemudian berarti saya memiliki prejudice?
Jawaban: Ini adalah pertanyaan yang sangat penting. Para psikolog sosial menggunakan kata 'prejudice' untuk mendeskripsikan orang-orang yang mendukung atau setuju dengan sikap yang negatif dan perilaku diskriminatif terhadap kelompok-kelompok diluar kelompok mereka sendiri (outgroups). Banyak orang yang menunjukkan preferensi otomatis untuk Kulit Putih dalam IAT Kulit Hitam - Kulit Putih bukan memiliki prejudice dalam artian seperti ini. Seseorang mungkin menunjukkan bias pada IAT yang tidak disetujui secara sadar (conscious), atau bahkan bertentangan dengan sikap dan kepercayaan yang disadari. Orang-orang yang memiliki sikap sadar (conscious attitude) egaliter namun memiliki preferensi otomatis untuk kulit putih dapat berperilaku dengan cara yang tidak prejudiced, salah satu alasannya karena mereka dengan sadar berusaha untuk mencegah preferensi otomatis kulit putih mereka untuk menghasilkan perilaku yang diskriminatif. Tetapi, ketika mereka mengendurkan usaha ini, orang-orang ini, yang tidak prejudice, dapat menunjukkan diskriminasi dalam pemikiran atau perilaku mereka. Pertanyaan mengenai hubungan dari sikap implisit dan sikap eksplisit sangat menarik bagi para psikolog sosial, dan beberapa dari mereka melakukan penelitian mengenai pertanyaan tersebut untuk sikap-sikap yang berkeenaan dengan ras. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Banaji, Nosek, & Greenwald, 2004.
- Apakah preferensi otomatis untuk ras atau kelompok etnis tertentu juga muncul di negara-negara lain?
Jawaban: Ya. Hal ini telah didemonstrasikan dengan menggunakan IAT, dalam berbagai kelompok di Asia, Eropa dan Australia. Kami memiliki dugaan kuat bahwa preferensi otomatis ini adalah sebuah fenomena yang bersifat universal.
- Mengapa banyak orang menunjukkan preferensi otomatis untuk Kulit Putih dibandingkan dengen Kulit Hitam?
Jawaban: Preferensi kulit putih mungkin banyak dijumpai di Amerika karena pembelajaran yang telah bercokol mengenai asosiasi-asosiasi negatif yang terhubung dengan kelompok kulit hitam dalam masyarakat ini. Tingginya referensi negatif bagi orang Amerika berkulit hitam dalam budaya dan media massa dapat berkontribusi ke dalam pembelajaran tersebut. Referensi negatif itu sendiri mungkin merupakan sisa-sisa sejarah panjang dari diskriminasi ras di Amerika Serikat, dan bukan hasil dari usaha yang disengaja untuk mendiskriminasi di dalam media.
- Apakah yang dimaksud dengan sikap 'implisit' (implicit attitude)?
Jawaban: Sebuah sikap adalah sebuah evaluasi yang bersifat positif atau negatif terhadap beberapa objek. Sebuah sikap implisit adalah sikap yang dapat kita miliki terhadap objek-objek yang berhubungan. Misalnya: Perusahaan dimana pasangan anda bekerja sedang menghadapi masalah legal. Sebuah kecenderungan untuk percaya bahwa perusahaan tersebut tidak bersalah mungkin merupakan sebuah refleksi dari sikap positif anda terhadap pasangan anda -- sikap positif anda terhadap perusahaan tersebut memberikan sebuah indikasi (implisit) yang tidak langsung mengenai sikap positif anda terhadap pasangan anda (bila anda percaya bahwa perusahaan tersebut bersalah, mungkin pernikahan kalian sedang bermasalah!). Kata 'implisit' digunakan karena biasanya sikap-sikap yang sangat kuat ini disembunyikan dari publik, dan bahkan dari kesadaran kita. Untuk latar belakang mengenai sikap implisit, baca paper ini (Banaji, 2001).
- Apakah yang dimaksud dengan stereotipe 'implisit' (implicit stereotype)?
Jawaban: Sebuah stereotipe adalah sebuah kepercayaan bahwa anggota dari sebuah kelompok biasanya memiliki beberapa karakteristik (misalnya, kepercayaan bahwa wanita bisanya keibuan). Sebuah stereotipe implisit adalah stereotipe yang biasanya cukup kuat untuk beroperasi tanpa kontrol yang disadari (conscious control). Contohnya: Cobalah menjawab pertanyaan berikut: Apakah John Walters adalah nama dari seseorang terkenal? Bila anda menduga ya, dan terutama bila anda lebih menduga bahwa John Walters adalah orang terkenal dibandingkan bila namanya adalah Jane Walters, maka mungkin anda akan secara tidak langsung sedang mengekspresikan sebuah stereotipe yang mengasosiasikan kategori pria (lebih daripada wanita) dengan prestasi yang mengundang ketenaran. Dan ini bisa saja terjadi, bakan ketika ada seorang wanita yang terkenal, dengan nama belakang yang mirip (misalnya, Barbara Walters). Tipe penilaian seperti ini digunakan dalam salah satu penelitian pertama mengenai stereotipe implisit (Banaji & Greenwald, 1995; Banaji, Hardin, & Rothman, 1994).
- Apakah yang dimaksud dengan sikap atau kepercayaan 'eksplisit' (explicit attitudes or beliefs)?
Jawaban: Sikap dan kepercayaan yang eksplisit adalah sikap dan kepercayaan yang diekspresikan secara langsung atau dinyatakan di depan publik. Misalnya, pertanyaan mengenai kesukaan anda terhadap kelompok tertentu atau sains atau diri sendiri sebelum anda mengambil IAT adalah sebuah contoh dari sikap anda yang eksplisit atau disadari. Prosedur standar untuk mendapatkan expresi yang sangat terus terang seperti ini adalah dengan meminta orang-orang untuk melaporkan atau mendeskripsikannya (sebuah prosedur yang dikenal sebagai 'self-report' ketika digunakan di dalam penelitian). Contohnya, bila anda pernah memberikan respon kepada survei opini, respon-respon yang anda berikan di situ kemungkinan akan diartikan sebagai sikap eksplisit atau kepercayaan eksplisit.
- Apakah perbedaan dari 'implisit' dan 'otomatis'?
Jawaban: Terminologi 'tidak sadar (unconscious)', 'otomatis', dan 'implisit' berhubungan erat. Mereka semua menunjuk kepada asosiasi mental yang sudah terbentuk secara sempurna sehingga dapat beroperasi tanpa kesadaran, intensi, atau kontrol.
- Apakah perbedaan antara 'preferensi' atau 'sikap (attitude)' dan 'asosiasi'?
Jawaban: Sebuah 'asosiasi' adalah seberapa kuat sebuah konsep dihubungkan atau diasosiasikan dengan konsep lain. Misalnya, seseorang mungkin lebih mengasosiasikan sains dengan pria dibandingkan wanita, karena kepercayaan mengenai adanya perbedaan kompetensi antara pria dan wanita, atau sebuah observasi dari perbedaan tingkat partisipasi pria dan wanita di dalam sains. Tipe asosiasi seperti ini merefleksikan sebuah stereotipe: asosiasi dari sebuah konsep (sains) dengan sebuah atribut (pria atau wanita). Sebuah 'preferensi' atau 'sikap' adalah sebuah tipe spesific dari asosiasi. Sebuah sikap adalah asosiasi dari suatu konsep dengan evaluasi, seperti baik-buruk, positif-negatif, atau menyenangkan-tidak menyenangkan. IAT dapat mengukur asosiasi dari konsep dan evaluasi, yang kemudian diartikan sebagai preferensi otomatis atau sikap otomatis. Contohnya, sebuah asosiasi yang lebih kuat antara usia muda dan baik dibandingkan usia tua dan baik dalam IAT usia akan menunjukkan sebuah preferensi implisit untuk usia muda dibanding usia tua.
|